BINTANG LAUT DAN SIDAT EROPA

 

Bintang Laut

Sebagian besar spesies bintang laut memiliki kemampuan unik untuk beregenerasi atau menumbuhkan kembali, bagian-bagian tubuhnya, termasuk lengannya. Bintang laut juga dapat melepaskan satu lengannya sebagai bentuk pertahanan. Sebagai contoh, jika lengan bintang laut ditangkap oleh predator, bintang laut tersebut dapat mematahkan lengannya sendiri untuk melarikan diri dan menumbuhkan lengan baru selama beberapa bulan atau tahun. Bayangkan jika manusia bisa melakukan itu ??!!

Di dalam tubuhnya, bintang laut tidak memiliki otak, bintang laut tidak dapat merencanakan pergerakannya. Sebaliknya, ia bergantung pada sistem sarafnya yang kompleks, termasuk saraf yang membentang di setiap lengannya untuk membantunya merespons sensasi seperti cahaya atau sentuhan. Alih-alih darah, bintang laut memompa air laut ke seluruh tubuhnya untuk mengangkut nutrisi. Di bagian luar tubuh terdapat duri-duri yang disebut spikula.

Tonjolan-tonjolan tajam ini mencegah hewan-hewan lapar lainnya mendekat, dan predator potensial mungkin akan berpikir dua kali sebelum memangsa bintang laut berduri. inilah salah satu alasannya mengapa bintang laut merupakan bagian penting dari ekosistem lautnya.

Mereka dikenal sebagai predator kunci.Predator kunci adalah predator dominan yang membantu memkan mangsa yang jika tidak ada predator ini akan menjadi terlalu banyak, sehingga menjaga keseimbangan komunitas dasar laut yang rapuh. Namun, bintang laut jelas bukan makhluk sosial; Mereka hidup menyendiri, menjalani sebagian besar hidup mereka sendirian. Namun, mereka akan berkumpul bersama untuk makan pada waktu-waktu tertentu dalam setahu, karena tertarik oleh sumber makanan yang sama. mungkin karena mengingatkan kita pada bintang-bintang yang berkelap-kelip di langit malam, bintang laut memikat kita dengan bentuk, warna dan karakteristiknya yang unik.

Sidat Eropa

Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Sidat Eropa melahirkan anak, tidak sekalipun, tidak dalam sejarah yang tercatat dan meskipun para ilmuwan telah mencoba melacaknya selama lebih dari seabad.

Setiap Sidat Eropa yang hidup saat ini lahir di tempat yang sama, Laut Sargasso, hamparan samudra di tengah Samudra Atlantik yang sama sekali tidak memiliki garis pantai. Sebagai larva mikroskopis, mereka hanyut terbawa arus laut selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya mencapai garis pantai dan sungai-sungaidi Eropa.

Sidat Eropa tumbuh, mereka dewasa, beberapa hidup bahkan 50 tahun di air tawar. lalu suatu hari, sesuatu di dalam diri mereka berubah. Mata mereka membesar, kulit mereka menebal, sistem pencernaan sidat berhenti berfungsi sepenuhnya karena mereka tidak mau makan lagi. Kemudian mereka berenang kembali ribuan kilometer hingga ke laut Sargasso untuk melakukan satu hal yang belum pernah didokumentasikan oleh manusia dan kemudian, kemungkinan besar, mereka mati.

Spesies ini sekarang sangat terancam punah dan setelah puluhan tahun penelitian, hingga kini belum ada yang tahu persis bagaiman mereka menemukan jalan pulang.

 

izinperikanan.id@gmail.com: