
Fakta tentang keamanan pangan
Keamanan pangan adalah jaminan bahwa makanan tidak akan menyebabkan efek kesehatan yang merugikan bagi konsumen ketika disiapkan atau dikonsumsi sesuai dengan tujuan penggunaannya. (Codex Alimentarius ).
Memastikan keamanan dan kualitas pangan sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, menjaga agar sistem pangan tetap berjalan, dan memungkinkan pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui perdagangan yang aman dan akses pasar.
Makanan adalah kebutuhan dasar manusia ketiga setelah udara dan air. Makanan yang tidak aman mengancam ketahanan pangan dan kesehatan. Menjamin keamanan pangan sangat penting untuk memajukan kesehatan, mata pencaharian, perdagangan, pertumbuhan ekonomi, dan kemakmuran secara keseluruhan.
Mengapa keamanan pangan itu penting?
Keamanan pangan melindungi kesehatan dan menyelamatkan nyawa.
Jutaan orang jatuh sakit setiap tahun akibat makanan yang tidak aman. Kelompok rentan seperti anak-anak, wanita hamil, dan lansia sangat berisiko.
Keamanan pangan mendukung ketahanan pangan dan gizi.
Pangan yang aman berkontribusi pada gizi yang baik dan sistem pangan yang berkelanjutan, sementara pangan yang tidak aman merusak kesehatan dan pembangunan.
Keamanan pangan memperkuat perekonomian dan perdagangan.
Keamanan pangan sangat penting untuk akses ke pasar lokal, regional, dan internasional; mendukung petani, bisnis, dan perekonomian nasional.
Memahami bahaya yang ditularkan melalui makanan
Pelaku usaha pangan (FBO) perlu menyadari bahaya yang dapat memengaruhi makanan mereka. FBO perlu memahami konsekuensi dari bahaya ini terhadap kesehatan konsumen dan harus memastikan bahwa bahaya tersebut dikelola dengan benar. Contoh bahaya tersebut adalah:
bakteri atau virus berbahaya;
tingkat residu pestisida atau obat hewan yang tidak aman;
pecahan kaca atau logam;
bahaya bahan kimia (seperti pestisida atau bahan pembersih);
bahaya fisik (seperti pecahan kaca atau logam).
Bahaya-bahaya ini dapat muncul kapan saja – selama produksi, pengolahan, pengangkutan, atau persiapan.
Itulah mengapa keamanan pangan penting di setiap tahapan, dari pertanian hingga ke meja makan.
Bioteknologi, GMO dan makanan hasil rekayasa genetika
Bioteknologi telah digunakan dalam produksi dan pengolahan makanan selama ribuan tahun. Sumber makanan yang tersedia bagi manusia purba, baik tumbuhan maupun hewan, telah berevolusi melalui seleksi alam. Petani purba memanfaatkan keanekaragaman genetik yang muncul dari perubahan genetik spontan (termasuk rekombinasi, mutasi, dan isolasi reproduktif) dengan menyimpan benih dari tanaman terbaik mereka untuk penanaman selanjutnya dan dengan menggunakan hewan terbaik untuk pembiakan.
Saat ini, bioteknologi memungkinkan produsen untuk memperoleh sifat-sifat spesifik secara terkontrol, sehingga memungkinkan untuk menumbuhkan tanaman baru dan membiakkan hewan dengan sifat-sifat yang bermanfaat, dan dengan demikian menciptakan produk pangan yang diinginkan. Penerapan bioteknologi modern dalam produksi pangan telah menunjukkan potensi besar sebagai alat yang ampuh untuk pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan, serta untuk industri pangan.
Di antara berbagai jenis bioteknologi modern, organisme hasil rekayasa genetika (GMO) telah mendapatkan perhatian khusus sejak tahun 1990-an. Organisme hasil rekayasa genetika terutama diciptakan dengan menggunakan berbagai teknik laboratorium teknologi DNA rekombinan (rDNA), yang melibatkan pengubahan materi genetik di luar organisme (transgen) untuk mendapatkan karakteristik yang lebih baik dan diinginkan pada organisme hidup atau sebagai produknya. Dalam teknologi ini, fragmen DNA dari berbagai sumber dimasukkan ke dalam organisme inang.
Meskipun teknologi ini telah menghadirkan peluang baru dan potensi manfaat bagi ketahanan pangan, termasuk peningkatan sifat-sifat spesifik seperti ketahanan terhadap kekeringan dan toleransi terhadap banjir, teknologi ini juga menimbulkan kekhawatiran konsumen karena kebaruannya. Berbagai pertanyaan muncul seputar monopoli benih, risiko terkait keanekaragaman hayati, keamanan untuk konsumsi manusia, transfer gen horizontal di lingkungan, efek pada resistensi pestisida, pilihan konsumen, keberlanjutan, dan berbagai masalah sosial ekonomi dan etika. Salah satu masalah yang paling mendesak adalah masalah seputar keamanan pangan. Oleh karena itu, penting bagi otoritas yang berwenang untuk memastikan keamanan pangan yang berasal dari bioteknologi modern dan untuk memberikan informasi ilmiah, berbasis bukti, dan akurat tentang keamanan pangan hasil rekayasa genetika (GM).










